Kenapa
saya memilih menjadi Guru??
Kalau jadi Pejabat kita datang ke suatu acara disambut Pakai baliho
“Selamat datang …. disambut pakai tari dan nyanyian. Dahulu di muliakan
diagungkan, disanjung dengan pantun petata petiti, setelah pensiun Menderita
nestapa, kadang berkujur air mata, tak lagi ada sapa cinta..
Disalamin orangpun tidak. akhirnya Mulai malu
datang ke masjid, struk, kemudian stress...
Tapi guru tak pernah mengalami itu,,
walaupun dia pemarah, terkadang dia mencubit siswanya karena perangainya yang
kurang baik, ternyata murid itu tetap
senyum.
Seorang murid ketika
dia telah tamat. Berjumpa dengan gurunya. Pak? Ingat bapak dengan saya? (saya bilang)… Tidak!
yang Telinga saya sering bapak jewer dulu. Karena perangai saya, Kenangan dia
selalu MANIS itulah yang tidak bisa dibayar dengan materi. itulah yang tidak
bisa dibayar dengan UANG..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar